Layanan KB Gratis bagi Masyarakat Pekalongan

Layanan KB gratis mulai 19 Mei-30 Mei 2022 difokuskan pada 8 titik pelayanan KB bidan praktik mandiri di tiap kecamatan. PEKALONGANKOTA.GO.ID

Program Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan pemerintah pada dasarnya ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi setiap pasangan untuk mengatur jarak kelahiran atau mengurangi jumlah kelahiran, program ini dilakukan dengan menggunakan metode kontrasepsi hormonal atau non hormonal. Upaya ini dapat bersifat sementara ataupun permanen, meskipun masing-masing jenis kontrasepsi memiliki tingkat efektifitas yang berbeda dan hampir sama.

Pada umumnya, perempuan memiliki usia produktif saat berusia 15-49 tahun. Usia produktif yang dimaksud disini adalah usia kesuburan bagi perempuan untuk bisa hamil secara matang. Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan untuk hamil. Pada dasarnya tidak ada patokan khusus usia terbaik untuk mendapatkan kehamilan. Tetapi umumnya kesuburan seorang wanita akan menurun seiring pertambahan usia.

Maka dari itu perempuan atau pasangan usia subur ini lebih diprioritaskan untuk menggunakan kontrasepsi atau cara KB. Tingkat pencapaian pelayanan KB dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang atau pernah menggunakan kontrasepsi, tempat pelayanan KB, dan jenis kontrasepsi yang digunakan oleh akseptor.

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pekalongan kemudian memfasilitasi masyarakat dengan menggelar Gebyar Pelayanan KB Gratis bagi masyarakat.

Pelayanan KB gratis ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Ikatan Bidan Indonesia. Layanan KB gratis ini sudah dibuka sejak tanggal 19 Mei dan akan berlangsung sampai dengan akhir Mei 2022. Dinsos P2KB, Niken Soerwiatrini menyampaikan pemberian pelayanan KB sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB bagi pasangan usia subur dan berkaitan dengan program stunting.

“Gebyar pelayanan KB di tanggal 19 ini merupakan momen puncak HUT IBI ke-71, sekaligus untuk percepatan penurunan angka stunting dengan mengatur jarak kehamilan para ibu” terang Niken saat ditemui di salah satu bidan praktik mandiri di Panjang Wetan, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, Gebyar pelayanan KB ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Pekalongan saja tetapi digelar secara nasional di seluruh tanah air. Untuk kota Pekalongan, layanan KB serentak, difokuskan pada 8 titik pelayanan KB di bidan praktik mandiri yang ada di tiap kecamatan.

Ada empat jenis KB yang ditawarkan dalam pelayanan KB gratis ini, yakni implan, Intra Uterine Device (IUD), MOW (Metode Operasi Wanita), dan MOP (Metode Operasi Pria). Keempat program yang ditawarkan adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yang merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang.

Mengenal MKJP dan Keefektifannya

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi serta tingkat kegagalan yang rendah dengan komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metode kontrasepsi lain. MKJP merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selama 3 tahun sampai seumur hidup.

Ada berbagai jenis kontrasepsi yang ditawarkan MKJP, pertama, implan. Implan adalah alat kontrasepsi yang dipasang dibawah lapisan kulit pada lengan atas bagian samping dalam. Dalam prosedurnya implan dinilai sangat efektif dalam mengurangi angka kehamilan, dari penelitian terkait, implan berhasil mencegah 99 dari 100 perempuan hamil pasca pemasangan implan di tahun pertama.

Metode kontrasepsi jangka panjang yang kedua adalah Intra Uterine Device (IUD) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang yang dimasukkan melalui serviks dan dipasang dalam rahim. Efektifitas penggunaan sampai 99,4% (mencegah 1-5 kehamilan per 100 wanita pertahun). Metode IUD ini bisa mencegah kehamilan hingga 5-10 tahun.

Metode ketiga adalah Metode Operasi Wanita (MOW) atau biasa disebut dengan tubektomi, ini merupakan tindakan medis untuk menutup tuba uterine/tuba falopi yang bertujuan untuk menghentikan kesuburan wanita. Tubektomi dilakukan dengan cara mengikat dan memotong atau memasang cincin pada saluran telur (tuba Falopi).

Metode terakhir adalah Metode Operasi Pria (MOP) metode hampir sama dengan MOW tetapi dilakukan pada pria, yaitu prosedur klinis untuk menghentikan kemampuan reproduksi pria dengan cara melakukan pengikatan/pemotongan saluran sperma (vas deferens) sehingga pengeluaran sperma terhambat dan pembuahan tidak terjadi.

Layanan KB gratis ini diadakan pemerintah Kota Pekalongan sebagai salah satu langkah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk yang berkaitan dengan dampak negatif bonus demografi, seperti tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya lapangan kerja, pengangguran, efek sosial yang buruk, hilangnya momentum untuk mengumpulkan tabungan, sehingga pada akhirnya menyebabkan kemiskinan jika pengendalian ini tidak dilakukan akan banyak dampak yang ditimbulkan, salah satunya di bidang kesehatan ibu dan anak.

Niken Soerwiatrini selaku Dinsos P2KB menyampaikan pelaksanaan pelayanan KB yang dilaksanakan di kota Pekalongan dinilai kurang memenuhi target yang diharap, karena sebelumnya dalam suasana ramadhan dan lebaran, sehingga kunjungan masyarakat belum bisa maksimal. Ia menargetkan dalam satu bulan ini agar bisa mencapai target yaitu pemberian IUD 419 dan implan 269 bagi masyarakat Pekalongan.

Add Comment