Gelombang Pasang dan Tanggul Jebol Akibatkan Banjir Wilayah Pesisir Kota Pekalongan

Ketinggian air di Kelurahan Tirto mencapai 90 cm. PEKALONGANKOTA.GO.ID

Gelombang pasang yang sedang terjadi di pantai utara mengakibatkan wilayah di sepanjang pesisir pantai utara khususnya Kota Pekalongan mengalami banjir rob sejak Senin (23/5/2022).

Gelombang setinggi 1.2 meter pada pukul 13.00-17.00 wib berdampak pada naiknya air laut melalui muara sungai di Kota Pekalongan baik sungai Meduri, sungai Loji, Sungai Banger, dan sungai Gabus. Akibatnya air limpas di beberapa sempadan sungai.

Sebelumnya BMKG telah menginfokan akan ada fenomena banjir pasang pesisir wilayah pantai utara mulai Senin (23/5/2022) sampai Selasa (24/5/2022). Limpasan tersebut berdampak pada banjir di wilayah sisi barat sungai Loji karena belum adanya tanggul untuk menahan air.

Banjir akibat limpasan sungai Loji menerjang wilayah Panjang Wetan, Bugisan, area wilayah Klego, Kauman serta sebagian Kelurahan Krapyak. Sedangkan aliran sungai Meduri limpasan berdampak pada wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat dan Kelurahan Tirto.

Banjir rob semakin parah akibat adanya tanggul jebol di sungai Meduri. Ketinggian air di wilayah yang terdampak banjir berbeda-beda, yang paling tinggi adalah Kelurahan Tirto dengan ketinggian airnya yang mencapai 90cm. Sementara itu seluruh warga yang terkena dampak banjir pasang ini sudah diungsikan ke beberapa posko pengungsian banjir.

Posko pengungsian ini diantaranya berada di Aula Kelurahan Degayu yang saat ini menampung 13 jiwa, Aula Kelurahan Tirto sebanyak 69 jiwa, Masjid Khusnul Kulk Tirto sebanyak 55 jiwa, Aula Kecamatan Barat sebanyak 10 jiwa, dan Markas PMI sebanyak 10 jiwa. Saat ini total jumlah pengungsi adalah 157 jiwa.

Walikota Tinjau Tempat Pengungsian

Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid beserta jajarannya langsung meninjau tempat pengungsian dan tanggul jebol di Kelurahan Tirto pada Senin malam (23/5/2022). Menurut pantauan Aaf banjir ini paling besar jika dilihat dari tabel yang dikirimkan dari BMKG. “Menurut perkiraan BMKG masih ada potensi besar banjir air pasang ini. Jadi kita harus tetap waspada apalagi ada tanggul jebol di sungai Meduri,” kata Aaf.

Koordinasi dan komunikasi dengan gubernur mengenai kondisi di Kota Pekalongan saat ini sudah dilakukan. Ia juga akan menyiapkan menyiapkan bahan logistik untuk pengungsi, tempat pengungsi, serta menyiapkan dapur umum untuk pengungsi dan warga terdampak banjir.

“Sementara ini yang bisa dilakukan sambil terus memantau banjir. Malam ini saya dan dandim beserta jajarannya meninjau langsung kondisi tanggul yang jebol. Besok kita lihat siklusnya, air rob naik pukul berapa dan turun pukul berapa. Ini agar segera tertangani dengan tanggul darurat,” jelas Aaf.

Lokasi terparah yakni Meduri karena terdapat tanggul yang jebol. Tetapi warga di situ sudah siap untuk ikut kerja bakti apabila semua logistik sudah siap dari pemkot. “Begitu siklus air turun langsung kita kerjakan dan kebut bersama dengan jajaran Pemkot, Kodim, Polres, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga gotong royong,” pungkas Aaf.

Add Comment