Karang Taruna Harus Bisa Bersinergi dengan Pemda, Bangun Kota Pekalongan

Walikota menyerahkan piagam penghargaan kepada pengurus Karang Taruna Kecamatan Pekalongan Timur periode sebelumnya. (Foto Pemkot Pekalongan)

Pekalongan Timur – Karang Taruna Kecamatan Pekalongan Timur menggelar Temu Karya Karang Taruna dan Reorganisasi Pengurus di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Senin (30/12/2019). Dalam kesempatan itu, demisioner ketua Karang Taruna Pekalongan Timur, Agus Masroh berpesan, karang taruna harus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, sehingga semua persoalan bisa tertangani dengan baik.

Karang taruna, lanjut Agus, harus mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan seperti social dan lainnya yang sedang terjadi. “Kami akan coba mendukung program pemerintah yang dikawal karang taruna, sehingga partisipasi pemuda dalam pembangunan di Kota Pekalongan bisa dirasakan keberadaannya,” terangnya.

Agus mengatakan, seharusnya ia menjabat untuk tahun 2017-2021. Namun, karena factor usia dan AD/ART Karang Taruna, maka di akhir tahun 2019 ia harus menjadi demisioner. “Kami berharap, karang taruna menjadi organisasi yang solid, ikut mengawal kegiatan dan kebijakan daerah,” harapnya.

Temu karya dan reorganisasi pengurus ini dihadiri langsung oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz. Di akhir acara, walikota menyerahkan piagam penghargaan kepada pengurus Karang Taruna Kecamatan Pekalongan Timur periode sebelumnya.

Peran Pemuda Sangat Dibutuhkan

Walikota mengajak para pemuda untuk ikut berperan aktif dalam membangun Kota Pekalongan. Peran pemuda dalam pembangunan sangat dibutuhkan melalui berbagai program yang telah diagendakan oleh Pemkot Pekalongan. Karang taruna menjadi organisasi pemuda di masyarakat yang dituntut perannya untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Amanat organisasi yakni adanya kaderisasi agar organisasi dapat terus berjalan di masyarakat dan membangun sinergitas dengan Pemkot Pekalongan. Selain itu, karang taruna juga perlu memperlakukan organisasi ini independen dan tidak ada keberpihakan. Yang terpentingan adalah partisipasi dalam pembangunan,” tutur Saelany.

Menurutnya, membangun Kota Pekalongan adalah cara untuk menumbuhkan perekonomian. Sempitnya lahan dan kurangnya sumber daya alam ini membuat pihaknya terus berupaya menata kota agar banyak wisatawan yang datang ke Kota Pekalongan.

“Tak hanya membeli batik, tetapi juga produk kreativitas, kuliner, hotel, dan sumber pendapatan asli daerah lainnya juga meningkat. Oleh karena itu, perlu inovasi untuk menata kota Pekalongan,” katanya.

Dilanjutkan Saelany, butuh peran yang tidak sedikit dari pemuda. Karang taruna juga ikut menginformasikan kepada masyarakat, mengajak masyarakat untuk sadar akan gotong royong, dan mengawal kebijakan yang ada di Kota Pekalongan.

Add Comment