Sekolah Kejar Paket, 773 Warga Terima Bantuan Biaya Pendidikan

Kauman – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat memberikan bantuan pendidikan bagi 773 warganya yang belajar di Satuan Pendidikan Program Kesetaraan. Santuan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, S. E. secara simbolis di di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Selasa siang (17/12/2019).

Pada kesempatan penyerahan bantuan itu, Walikota Pekalongan didampingi Kepala Dindik Kota Pekalongan,  Drs. Soeroso, M. Pd., dan 4 perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menaungi para warga belajar program kesetaraan dalam melanjutkan pendidikan yang terbagi dalam kejar paket A, paket B, dan paket C. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Dindik Kota Pekalongan dan PKBM yang telah ikut membantu pemkot untuk menuntaskan program wajib belajar.

“Pada bulan November kemarin, Kota Pekalongan telah mencanangkan bebas buta aksara yang merupakan andil dan peran Dindik beserta jajaran serta para PKBM dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Pekalongan,” tutur Saelany dikutip dari website Pemkot Pekalongan.

Buka Akses Pendidikan

Salah satu misi Pemerintah Kota Pekalongan adalah meningkatkan akses dan mutu pendidikan masyarakat setempat. Misi ini dinilai penting karena akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. Sehingga adanya pendidikan kesetaraan tersebut ikut menurunkan angka putus sekolah dan buta aksara disana. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Walikota Pekalongan di 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pendidikan, program ini wajib digalakkan untuk mengurangi angka putus sekolah di Kota Pekalongan.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Drs. Soeroso, M. Pd. menuturkan sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang telah diserahkan olehnya untuk meningkatkan  sarana dan prasarana pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi negeri dan swasta. Dikutip dari laman resmi Pemkot Pekalongan, penyerahan bantuan operasional itu sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Kota Pekalongan.

Sementara itu Triyono, S. Pd., M. Pd., Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal menuturkan bahwa di Kota Pekalongan sudah ada lima PKBM yang menerima bantuan dari pemerintah pusat, yakni PKBM Tondano, Bendan Jaya, Anggrek, Jetayu, dan Nida’us Salam. Namun yang mendapat bantuan pendidikan kesetaraan kemarin ialah PKBM yang memang belum menerima bantuan dari pusat.

“Dari total PKBM yang diberi bantuan APBD ada 4 yaitu PKBM Unggulan, Umi Aminah, Darul Islah, Alternatif melalui transfer rekening dimana untuk paket A sebanyak 69 orang, paket B 175 orang dan paket C 529 orang. Rincian bantuan untuk warga belajar yakni masing-masing mendapatkan biaya pendaftaran dan biaya tatap muka dengan total anggaran Rp 365.477.000 juta,” tutup Triyono persis seperti dikutip dari laman resminya.

Add Comment