Sehari Evakuasi 3 Sarang Tawon Balung, Arif Mahanani: Jumlah Ini Tergolong Tinggi

Dua petugas dari BPBD Kota Pekalongan sedang melakukan evakuasi sarang tawon yang berada diatas pohon. Sumber: BPBD Kota Pekalongan.

Setono – Pasca tewasnya pasutri di Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang karena disengat tawon, kini warga Pekalongan banyak yang melaporkan keberadaan sarang tawon kepada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan. Tim BPBD pun langsung mengevakuasi 3 sarang tawon di dua kecamatan di Kota Pekalongan, Senin (16/12/2019).

Kesigapan itu mengingat sarang tersebut berada di sekitar pemukiman sehingga ditakutkan oleh warga karena sengatannya yang mematikan. “Kami bergerak sejak pukul 19.00 WIB dengan start awal di Jalan Supriyadi Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat,” ujar Eko Edi G., ketua tim operasi sarang tawon.

Pasukan ini kemudian bergerak ke kantor Bappeda, Kecamatan Pekalongan Barat. Hal ini atas laporan Plt. BPBD Kota Pekalongan, Cayekti. Pukul 20.15 WIB, tim menuju lokasi berikutnya yang berada di Ki Surontoko Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, sarang tawon tersebut berada di kebun rumah milik Toha.

“Kami menyemprot sarang tawon yang berada di tangkai pohon menggunakan bahan bakar minyak dan pembasmi serangga. Setelah sarang tawon jatuh ke tanah, langsung kami masukkan ke dalam karung,” ujar Eko Edi G dikutip dari website BPBD Kota Pekalongan.

Tercatat sudah ada 30 laporan yang sudah ditangani oleh Satgas BPBD Kota Pekalongan dalam dua pekan terakhir. Arif Mahanani, Kepala Seksi pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan menilai jumlah ini tergolong tinggi. Terlebih, sudah banyak kasus sengatan tawon balung yang berujung pada kematian.

Mengenal Tawon Vespa Affinis

Tawon Vespa Affinis masuk dalam keluarga Arthopoda dan satu ordo bersama semut di Ordo Hymenoptera. Sebagian besar anggota dari ordo ini adalah predator terhadap serangga lain, ciri fisik binatang yang masuk ordo hymenoptera adalah memiliki antena di kepalanya.

Dilansir dari laman Pemkab Klaten, saat mengisi acara sosialisasi penecegahan dan penanganan tawon vespa, Dr. dr. Tri Maharani, M. Si., Sp EM.. dari Kemenkes RI menuturkan bahwa tawon vespa adalah tawon predator dan bukanlah tawon madu. Dalam dosis kecil/satu hingga dua sengatan tidaklah berbahaya, efeknya hanya bengkak pada bekas sengatan.

“Namun bila sengatannya banyak, maka ini bisa menyebabkan hiperalergi yang jika tidak ditangani akan berlanjut menjadi anafileksis hingga sistemik atau merusak organ tubuh lainnya hanya dalam hitungan hari,” ujarnya sembari meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengadakan seminar terkait penanganan korban akibat sengatan tawon vespa affinis.

Sementara itu, Dr. Sih Kahono, M. Sc. dari LIPI mengatakan bahwa tawon vespa berbeda dengan tawon endas yang berwarna hitam. Tawon vespa bisa disebut dengan tawon endas bersabuk kuning dan bisa menyengat lebih dari satu kali.

Menurut Hari Nugroho, peneliti tawon dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuturkan tawon vespa ini akan membuat sarangnya lebih besar dari jenis tawon lainnya. Hal ini bukanlah tanpa alasan, mengingat tawon sendiri memang hidup secara berkoloni dan biasanya dalam satu sarang bisa dihuni hingga ratusan tawon.

Add Comment