Saelany: Museum Batik Pekalongan Harus Terus Berinovasi

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz. (Foto: Pemkot Pekaklongan)

Pekalongan Utara – Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, mengimbau bahwa Museum Batik Pekalongan harus terus mengupayakan inovasi. Pasalnya, museum ini merupakan wadah untuk menguri-uri batik sebagai warisan leluhur bangsa, sekaligus sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Jawa Tengah.

“Saat ini, batik sudah mendunia dan menggema sejak diakui oleh UNESCO. Oleh karena itu, mari terus lestarikan dan menguri-uri budaya lokal kita,” tutur walikota, dilansir dari laman resmi Pemkot Pekalongan.

Terkait inovasi untuk pengembangan kemajuan Batik Pekalongan yang perlu dilakukan, lanjutnya, misalnya dengan memperbarui dan menambah koleksi-koleksi batik sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pekalongan lebih banyak lagi di tahun mendatang. Menurutnya, koleksi tersebut harus mempertahankan nilai tradisi dan sejarah yang ada.

“Alhamdulillah tadi dapat satu koleksi baru untuk tambahan koleksi di museum kita. Kami sangat mengapresiasi karya Pak Tamakun, yang dengan indah membuat motif batik yang sangat indah dan luar biasa. Motif realisme dengan gambar wajah orang dalam bentuk batik sebagai referensi baru dan menambah kekhasanahan batik Pekalongan,” papar Saelany.

Satu Dekade Diakui UNESCO

Usia batik sudah satu decade diakui oleh United of Education, Scientific, dan Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan tak benda di Indonesia. Kota Pekalongan sebagai salah satu kota yang terkenal akan ciri khas batiknya turut merayakan sepuluh tahun Peringatan Batik Indonesia dengan me-launching Pameran Koleksi Museum Batik Pekalongan, bertempat di Halaman Museum Batik, Jumat (13/12/2019).

Launching tersebut ditandai dengan penyerahan kain batik dari salah satu pengrajin batik asal Kota Pekalongan, Tamakun, kepada Walikota Pekalongan,  yang dilanjutkan dengan pengguntingan untaian pita oleh Walikota Pekalongan didampingi Wakil Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid; Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih; beserta Asisten Setda; Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora), Sutarno.

Sutarno mengatakan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya memberikan penghargaan dan motivasi kepada generasi muda, pelaku usaha batik, penggiat pariwisata serta masyarakat luas untuk meningkatkan apresiasinya terhadap budaya batik. “Selain me-launching pameran koleksi museum batik, pada perayaan satu dasawarsa batik ini juga dilakukan penyerahan penghargaan Sapta Pesona kepada pelaku usaha yang memenuhi kriteria Sapta Pesona,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono menyebutkan saat ini telah ada 1267 koleksi batik dengan berbagai corak dan motif yang ditempatkan di 3 ruang pamer di Museum Batik Pekalongan.

“Dalam rangka memperingati sepuluh tahun batik sejak Oktober 2009 batik diakui UNESCO, hari ini ada 100 koleksi kain batik yang kami pamerkan baik yang belum pernah dipamerkan maupun belum dipamerkan, namun kebanyakan memang koleksi lama kami,” ucap Bambang.

Bambang menjelaskan pada peringatan satu dasawarsa batik di Museum Batik Pekalongan yang menjadi berbeda adalah adanya koleksi-koleksi karya batik bertemakan Pekalongan Membatik Dunia yang di-display di Ruang Pamer Satu dengan harapan Batik Pekalongan akan semakin mendunia.

Add Comment