Pemkab Pekalongan Serius Tangani Penyakit Reproduksi Wanita

Bupati Asip menyampaikan sambutan saat menghadiri seminar yang digelar PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan. Sumber: Humas Pemkab Pekalongan.

Kedungwuni – PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan menggelar seminar Kesehatan Reproduksi Wanita. Seminar tersebut diselenggarakan untuk menyongsong Hari Ibu Tahun 2019. Acara itu pun digelar di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Jumat (13/12/2019).

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi turut bergabung dalam kegiatan itu. Dalam sambutannya, dijelaskan bahwa kematian ibu masih menjadi persoalan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ia pun mengajak ibu-ibu Fatayat yang hadir saat itu untuk ikut serta menjalankan PP No 97 tahun 2014. Tercatat sudah 8 angka kematian ibu di Kabupaten Pekalongan, angka tersebut lebih sedikit/berkurang dari tahun sebelumnya.

“Dan yang terpenting adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang bermutu, aman dan bermanfaat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya persis dikutip dari laman resmi pemerintah setempat.

Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari Pengurus Cabang hingga Ranting Fatayat NU se Kabupaten Pekalongan. Turut menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi dan dr. Ida Sulistiyani dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk menjadi narasumber dalam seminar ini.

Tingginya Penyakit Reproduksi Wanita

Pada kesempatan tersebut, Bupati Asip juga membeberkan data mengenai kasus HIV/AIDS di Pekalongan. Ada sekitar 403 kasus penyakit tersebut dengan sekitar 184 pengidapnya adalah perempuan dan 115 adalah ibu rumah tangga. Jumlah 403 kasus ini masuk ke dalam lima besar terbawah di Jawa Tengah.

Tahun ini sendiri ada 76 penderita HIV/AIDS dengan 27 orang diantaranya ialah perempuan dan 25 lagi adalah ibu rumah tangga. Angka tersebut jauh lebih kecil dari kasus kanker payudara.

“Untuk kanker payudara ada 180, dengan jumlah kematian 14 kasus, kanker serviks leher rahim ada 33 kasus, jumlah kematian 5 kasus,” terang beliau.

Dilansir dari laman Pemkab Pekalongan, tercatat ada 183.915 pasangan usia subur di daerah ini. Oleh karenanya, pemerintah setempat terus berupaya untuk menangani penyakit kaum perempuan, terutama kanker serviks.

Pemkab Pekalongan mengatakan perlu adanya dukungan dari masyarakat dalam upaya pencegahan ini. Serupa dengan yang dikatakan oleh Gustiana bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan sosial pada wanita usia subur terhadap perilaku pencegahan kanker serviks.

Add Comment