IAIN Pekalongan Jadi Tuan Rumah Roadshow Seminar Nasional Ekonomi Islam

Rektor IAIN Pekalongan foto bersama dengan pemateri seminar nasional ekonomi Islam. Sumber: Humas IAIN Pekalongan.

Sugihwaras – IAIN Pekalongan menjadi tuan rumah penyelenggara seminar nasional bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Rabu (27/11/2019) di Hotel Pesona Pekalongan. Seminar yang bertajuk “Peran Ekonomi Islam dalam Membangun Ekonomi Desa” ini menampilkan para pakar yang berkompeten dalam bidang ekonomi syariah.

Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Ade Dedi Rohayana, M. Ag. sendiri sangat berterimakasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada IAIN Pekalongan untuk menyelenggarakan roadshow seminar tersebut. Selain menjadi panitia penyelenggara, pada hari yang sama Rektor Ade menandatangani MoU dengan IAEI.

“Ekonomi Islam dapat mendukung pertumbuhan ekonomi desa, tidak hanya dukungan pemerintah tapi juga modifikasi, dan inovasi dari ahli dan peneliti perguruan tinggi, termasuk juga dari mahasiswa,” tutur Dr. Adriyanto, M. M., M. A., Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan DJPK Kementerian Keuangan RI seperti yang dilansir dari website resmi IAIN Pekalongan.

Ada sekitar 350 orang yang menghadiri acara tersebut, mereka berasal dari berbagai kalangan seperti  mahasiswa, dosen, praktisi ekonomi syariah, pengurus IAEI Pekalongan, DPW IAEI Jawa Tengah, dan DPP IAEI. Adapun pematerinya adalah Dr. Ir. Conrad Hendrarto, seorang Staf Ahli Bid. Pengembangan Wilayah Kemendes PDTT/Pengurus DPP IAEI; Dr. Teuku Fajar Shadiq sebagai Pengurus DPP IAEI; Rektor IAIN Pekalongan, Dr. Ade Dedi Rohayana, M. Ag.; Ketua IAEI Komisariat IAIN Pekalongan, Aenurofik, M. A.; dan dimoderatori oleh Rinda Asytuti, M. Si..

Ekonomi Syariah Sebagai Ketahanan Negara

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani melihat adanya peran penting dari ekonomi syariah. Menurutnya, dengan memberdayakan ekonomi syariah dalam suatu instrumen di APBN dinilai memiliki peran sebagai ketahanan ekonomi negara. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan berdayanya ekonomi syariah dinilai mampu meningkatkan ekonomi negara.

Jusuf Kalla sendiri berharap para pengusaha Islam harus terus tumbuh dengan baik sehingga pasar bisa dikuasi oleh mereka. Beliau menilai perlu adanya kerjasama antara ulama dan umara, dimana ulama ada untuk mencari ridha Allah sementara umara bertujuan untuk menyejahterakan umat. Keduanya akan saling melengkapi sehingga meminimalisir adanya perdebatan pada pasar.

Bank Indonesia menilai ekonomi syariah adalah jawaban mengenai kesenjangan sosial. Hal tersebut karena ekonomi syariah melibatkan masyarakat untuk berperan bagi kepentingan publik. Sifat inklusif pada sistem ini dinilai mampu menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya.

Pemerintah menyebutkan ada enam  bidang yang memiliki potensi ekonomi pendekatan syariah. Dilansir dari Portal Informasi Indonesia, keenam bidang tersebut  ialah makanan halal (halal food),  keuangan Islam (islamic finance), bisnis wisata halal (halal travel), fesyen muslim, media dan rekreasi halal, serta pasar kosmetik dan farmasi halal.

Add Comment