Hadiri Silatnas, Mahfud MD: Tindak Tegas Perusak NKRI

Kajen – Tahun ini Silaturahim Nasional kembali digelar di Kabupaten Pekalongan setelah sebelumnya juga diselenggarakan di Kota Santri ini. Forum ini menempatkan Ulama, Umaro, TNI dan Polri untuk duduk bersama membahas perannya dalam mempertahankan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan mengambil tema “Peran Ulama, Umaro, TNI dan Polri dalam mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan dan Meneguhkan Aswaja”, acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Sabtu (7/12 /2019).

“Kami meyakini dengan hadirnya para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi di Negeri tercinta ini di Kabupaten Pekalongan akan membawa barokah kepada kami. Aamiin,” ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S. H., M. Si..

Sikap tegas akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD bilamana ada yang mengusik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski begitu, pihaknya tidak melarang bila ada yang ingin mengajukan izin mendirikan organisasi asalkan memang sesuai dengan peraturan yang ada.

“Pemerintah akan membubarkan ormas yang melanggar empat pilar. Contohnya ada, seperti HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena mencoba mengusung khilafah. Indonesia banyak perbedaan, jangan menjadi pembeda akan tetapi menjadi pemersatu dan hormati perbedaan yang ada,” ungkap Mahfud MD dikutip dari laman milik Pemkab Pekalongan.

Tantangan yang Dihadapi

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menilai saat ini sudah banyak kelompok anti Pancasila yang mencoba merusak negeri ini. Dikutip dari media miliknya, dirinya menyoroti layunya sikap pluralisme atau kemajemukan di Indonesia. Pihaknya berpendapat bahwa negara yang majemuk seharusnya bukan menjadi alasan untuk mengorbankan keutuhan negara.

Ir. Jafar Siddik, S. Pd., menganalogikan NKRI dengan sebuah sapu lidi. Sapu lidi yang terikat kuat akan berguna untuk menyapu pekarangan. Lidi yang terikat tersebut menggambarkan kehidupan sosial manusia, dimana ia hidup pasti membutuhkan bantuan orang lain. Inilah pentingnya persatuan yang berasas Bhineka Tunggal Ika.

Imbas kasus penistaan agama Ahok memang membuat kesatuan negeri ini sedikit terusik. Ditambah meluasnya isu pendirian khilafah semakin mengusik kerukunan NKRI. Tak sedikit yang menyerukan bela negara untuk menyelematkan keutuhan bangsa.

Penanaman jiwa pluralisme terus gencar dilakukan berbagai pihak di berbagai sektor pula. Terlebih sosialisasi mengenai bahaya paham radikalisme. Isu-isu tersebut masih sangat hangat dikalangan masyarakat Indonesia dan sudah sepantasnya tiap-tiap warga negara terus menjaga keutuhan bangsanya.

Add Comment