Tumbuhkan Rasa Kemanusiaan dengan Edukasi Bencana

Kajen – PMI Cabang Kabupaten Pekalongan bersama Kemenag Kabupaten Pekalongan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Ayo Siap Siaga Bencana dan Pertolongan Pertama“, Kawasan Wana Wisata Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang diikuti 132 kepala dan guru RA (Raudhatul Athfal), BA (Bustanul Athfal), TA (Taman Athfal) se-Kabupaten Pekalongan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan pada anak kecil. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten, Ir. Hj. Arini Harimurti berharap dengan adanya bimtek ini para guru lebih bisa menyampaikan rasa kemanusian kepada peserta didik sehingga lebih peka dan peduli.

“Bagaimana kalau terjadi bencana, apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan dilakukan oleh anak-anak kita, misal ada yang kecelakaan di sekolah. Lalu apa yang harus kita lakukan. Ada tata cara tersendiri,“ tutur Arini yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan.

Sementara Ketua Pokjawas Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Muslimin, M. Pd. I. menuturkan tujuan bimtek untuk memberikan ketrampilan pertolongan pertama, memberi pemahaman tentang Kepalangmerahan, memberikan pemahaman tentang donor darah dan kesiapan darah serta memberikan pemahaman tentang kesehatan lembaga pendidikan.

Dilansir dari laman Pemkab Pekalongan, acara ini diisi oleh pengurus PMI dan kepala kantor  serta pelatih dari  relawan PMI Kabupaten Pekalongan. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala kantor Kemenag kab Pekalongan  Kepala  BPBD kab Pekalongan, pengurus PMI kab Pekalongan,  narasumber  dan relawan.

Urgensi Edukasi Bencana Usia Dini

Indonesia kerap dilanda gempa bumi, tak jarang pula memakan korban jiwa.  Kita ingat kejadian bencana alam yang terjadi Sulawesi Tenggara yang memakan korban hingga 3.000 lebih. Dihimpun dari data milik BNPB, hingga akhir Maret 2019 tercatat sudah ada 1.312 kejadian bencana alam dengan korban jiwa 367 orang.

Dalam jurnalnya, Honesti menyebutkan pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah bisa membantu anak memainkan peran dalam aksi penyelamatan dirinya maupun anggota masyarakat. Menurutnya, ini karena kerentanan bencana pada anak-anak jauh lebih rendah dari orang dewasa.

Berdasar Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan berisiko terkena dampak bencana. Kerentanan tersebut menurut Sunarto terjadi karena faktor keterbatasan pemahaman anak terhadap bencana.

Pihaknya menilai betapa  pentingnya pengetahuan tentang bencana dan pengurangan risiko bencana sejak dini untuk memberikan pemahaman dan pengarahan langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi suatu ancaman yang ada di sekitarnya untuk mengurangi risiko bencana.

Melalui edukasi bencana ini sejak usia dini, paling tidak anak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Anak juga akan lebih sadar bencana sehingga nantinya mempunyai solusi dalam menyelamatkan dirinya sendiri dan lingkungannya.

Add Comment