Tingkatkan Kedisplinan, RSUD Bendan Kota Pekalongan Gunakan Sistem Presensi Fingerprint

Sosialisasi fingerprint di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Sumber: Pemkot Pekalongan.

Bendan – Dinkominfo Kota Pekalongan mensosialisasikan fingerprint kepada pegawai di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Sosialisasi ini diberikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Dinkominfo Kota Pekalongan, Rakhmawati S. T. dan Kepala Sub Bidang Pembinaan Pegawai BKPPD Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah S. T. di Ruang Komite Medik RSUD Bendan Kota Pekalongan, Rabu (30/10/2019).

Sosisalisasi menyusul adanya rencana penerapan presensi fingerprint pegawai RSUD Bendan karena sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekalongan sudah menggunakan presensi fingerprint. Penggunaan sistem fingerprint ini berkaitan dengan pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk PNS di Kota Pekalongan.

“OPD-OPD di Kota Pekalongan telah memanfaatkan fingerprint terkait adanya tunjangan prestasi, apabila PNS berhalangan atau tidak hadir bekerja akan berimbas pada pemotongan TPP,” terang Rakhma.

Sementara itu dilansir dari laman Pemkot Pekalongan, pada acara tersebut, Helmy Hendarsyah menerangkan tentang Peraturan Walikota (Perwal) No 8 Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Penegakkan Disiplin PNS di Pemkot Pekalongan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang cuti yang dapat dimanfaatkan oleh para PNS. “Cuti ada yang tahunan, besar, melahirkan, karena alasan penting, bersama, dan cuti di luar tanggungan negara,” tandas Helmy.

Tingkatkan Kedisplinanan

Disiplin berarti memaksa seseorang untuk mau menaati peraturan, salah satunya adalah berangkat kerja sebelum jam yang ditentukan oleh kantor. Dulu, pencatatan absensi menggunakan daftar hadir yang ditulis manual. Lambat laun hal ini dianggap kurang efektif karena selain harus menulis jam kedatangan, buku daftar hadir juga bisa dimanipulasi.

Seperti yang dikatakan Heriawanto Faisal, “Daftar hadir yang ditulis manual akan menjadikan penghambat bagi organisasi untuk memantau kedisiplinan pegawai dalam hal ketepatan waktu kedatangan dan jam pulang pegawai setiap hari. Hal tersebut di khawatirkan akan membuat komitmen pegawai terhadap pekerjaan dan organisasi menjadi berkurang. Berkurangnya komitmen pegawai dalam bekerja akan berdampak pada motivasi dan kinerja pegawai yang semakin menurun.”

Menurut Cahyana, pencatatan absensi pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya manusia (SDM atau Human Resources Management). Informasi yang mendalam dan terperinci mengenai kehadiran seorang pegawai dapat menentukan prestasi kerja seseorang, gaji/upah, produktivitas, dan kemajuan instansi/lembaga secara umum.

Dengan adanya finger print, absensi seseorang bisa dilakukan hanya dengan menempelkan salah satu jari pada mesin lalu mesin akan mencatat kedatangan kita dengan sangat detail hingga detiknya. Selain itu, absensi menggunakan finger print juga tidak dapat dimanipulasi karena pada dasarnya sidik jari setiap manusia itu berbeda. Waktu absen pun akan lebih cepat, hanya beberapa detik setelah jari ditempelkan pada mesin.

Add Comment