Tekad Hadi Pranoto dalam Memajukan Desa Kalipancur

Bojong – Momentum pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Pekalongan tahun 2019 telah usai. Saban desa kini memiliki nakhodanya yang baru, sebagai pemegang komando tertinggi, untuk terus melanjutkan pembangunan desa, yang menjadi cita-cita bersama.

Warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, yang juga merasakan keriuh-rendahan itu, seakan serentak bersorak “selamat datang pemimpin kami”. Mereka siap akan datangnya sebuah perubahan. Mereka optimis menggantungkan harapan besar kepada kepala desa yang baru: Hadi Pranoto.

Pria 48 tahun itupun siap memajukan Desa Kalipancur dari berbagai sektor, dengan visi yang diusung saat pencalonan sebagai kepala desa kemarin: terciptanya tata kelola pemerintahan Desa Kalipancur yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel guna terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

“Saya siap maju bersama warga desa, dan saya sudah bertekad untuk memajukan Desa Kalipancur dari berbagai sektor,” tutur pria yang akrab disapa Noto itu.

Dengan berbekal pengalaman menjadi perangkat Desa Kalipancur sebagai kaur umum, tekad itu ingin ia tuangkan melalui berbagai program, seperti peningkatan mutu pelayanan publik di berbagai bidang, peningkatan kualitas dan kuantitas pembangunan fisik dan nonfisik, pemberdayaan masyarakat, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), mendorong ekonomi kreatif untuk kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya.

Menurut Noto, tata pemerintahan desa tidak terbatas pada bagaimana pemerintahan itu menjalankan wewenangnya dengan baik semata, tetapi lebih penting lagi adalah bagaimana masyarakat desa dapat berpartisipasi dan mengontrol pemerintahan desa untuk menjalankan wewenang tersebut dengan baik.

Untuk bersama-sama membangun sebuah desa yang mensejahterakan masyakarakat, menurutnya diperlukan pemberdayaan masyarakat desa yang sesungguhnya. Sementara itu, untuk mengaplikasikan pemberdayaan tersebut, dibutuhkan pengembangan kelembagaan secara menyeluruh yang mencakup beberapa aspek, di antaranya: proses pembangunan, yang meliputi formulasi kebijakan, perencanaan, penganggaran, dan penetapan peraturan; peranan dan tanggung jawab pemerintahan desa dan masyarakat; sistem organisasi, yang meliputi lembaga pemerintahan desa dan lembaga masyarakat; dan insentif dalam pembangunan yang mampu meningkatkan inovasi masyarakat desa dalam pembangunan.

Noto sadar, semua program yang telah disusun rapi mustahil bisa berjalan lancar tanpa adanya dukungan dan bantuan dari masyarakat. Ia pun meminta doa sekaligus restu untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Desa Kalipancur, desa yang memberinya hidup dan penghidupan. “Saya memohon kepada masyarakat Desa Kalipancur agar mendukung dan ikut berpartisipasi dengan tulus,” ungkapnya.

Melalui tekad yang lahir dari hati nuraninya, Noto kian mantap melangkah dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat. Dengan membentuk masyarakat yang maju, ia yakin, akan terbentuk pula sebuah peradaban yang maju, karena sebuah peradaban berawal dari kumpulan masyarakat yang saling memengaruhi dan melengkapi.

Seandainya ada satu saja masyarakat yang baik, maka kebaikan akan menular pada masyarakat yang lain dan sampai akhirnya seluruh lapisan akan baik pula dari sebuah komunitas kecil. Kemudian tumbuh menjadi komunitas yang besar, hingga masyarakat yang besar.

“Inilah bentuk pengabdian saya kepada masyarakat. Semoga niat baik saya didengar dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Noto.

Add Comment