Seumur Jagung, TBIG IAIN Pekalongan Kerja Sama Dengan Universitas Kebangsaan Malaysia

Dosen IAIN Pekalongan sedang melakukan diskusi terkait MoU dengan pihak Universitas Kebangsaan Malaysia. Sumber: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan.

Malaysia – Dua dosen Tadris Bahasa Inggris IAIN Pekalongan terbang ke Malaysia. Tujuannya untuk menindaklanjuti MoU dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Selangor yang telah terjalin pada tahun 2017. Terutama untuk memperkuat Students’ Mobility Program dan Academic Charging for Lecturers di Fakultas Pendidikan (F-Pend).

Sampai Malaysia, keduanya disambut oleh Timbalan Dekan (jaringan & Penjanaan) Fakulti Pendidikan, UKM, Dr. Mohammad Yusoff Mohd Nor dan Dr. Harwati Hashim sebagai Kepala Program Centre of Innovation in Teaching & Learning. Mohd Nor mengapresiasi kedatangan dua dosen dari IAIN Pekalongan sebagai bentuk follow up MoU. Pihaknya juga menjelaskan UKM adalah kampus pendidikan berbasis Melayu pertama yang sering dibantu Indonesia.

“Berdasarkan data terbaru, UKM merupakan universitas Pendidikan Terbaik di Malaysia, berada dalam urutan 51-100 besar di dunia, dalam kluster yang sama di ranking Universitas Bristol dan Universitas kenamaan lain,” ujar Harwati.

Hal tersebut sebagai imbas dari tagline yang digaungkan pihak UKM, F PEND” Fakultas Pendidikan UKM yaitu berFikiran kritis; Pencetus perubahan; pEnyelesaian masalah; beriNovasi; berfikiran global Dan beraspirasi kebangsaan. Selain itu, dalam aktivitasnya mereka berlandaskan FPEND FUTURISTIC: Futuristic, Progressive; Efficient; Nurture Values; dan Dynamic.

Dilansir dari laman IAIN Pekalongan, mereka juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberi kesempatan bagi mahasiswa Semester 4 TBIG IAIN Pekalongan untuk melakukan program belajar di English Department UKM pada tahun 2020 dan seterusnya. Hal serupa juga dilakukan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Negeri Padang yang sudah melakukan MoU terlebih dahulu.

Dewi Puspitasari, Ketua Jurusan TBIG IAIN Pekalongan berharap langkah tersebut didukung penuh oleh kampusnya karena akan menjadi oase segar bagi mahasiswa. “Dipilihnya Fakultas Pendidikan UKM karena mereka telah mengukir prestasi, menggabungkan teori dan praktik yang sesuai dengan apa yang telah diusung TBIG: to Learn English for Humanity,” tutur Dewi.

Perkenalkan Budaya Indonesia

Pada salah satu situs petisi online tercatat 33 budaya Indonesia telah diklaim negara asing. Dari semua budaya yang diklaim, salah satunya adalah lagu Bengawan Solo. Lagu ini diklaim oleh warga negara Belanda. Kasus ini harusnya menjadi keprihatinan bersama. Ada banyak faktor mengapa budaya Indonesia “dicuri” oleh negara lain, salah satunya ialah rendahnya kesadaran generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada.

Pada laman Universitas Surabaya, Listyo Yuwanto menuliskan kondisi generasi muda Indonesia yang justru lebih menggandrungi budaya Korea dan cenderung memandang rendah budaya sendiri. Ironis memang, ketika sebagian orang menjerit budayanya dimaling, generasi muda justru asik dengan budaya negara lain.

Rokoyah Andriani Amin, Overseas Program Manager Binus University International pada laman resmi Bina Nusantara (Binus) University International menyebutkan lewat student exchange atau pertukaran pelajar, mereka bisa berbagi budaya menjadi warna dalam menimba ilmu. Tanpa mereka sadari program pertukaran pelajar menjadi peluang berbagi budaya.

Setidaknya lewat pertukaran pelajar ini, mereka yang berkesempatan mengunjungi negara asing bisa turut memperkenalkan budaya Indonesia. Bantu Indonesia dalam mempromosikan budaya kita, jangan sampai kasus yang sama terulang kembali.

Add Comment