Sarasehan Dengan Warga Banyurip, Walikota Saelany Juga Tinjau Pembangunan Sanimas

Walikota Saenaly beserta jajarannya mengunjungi Kelurahan Banyurip. Foto: Pemkot Pekalongan.

Banyurip – Seusai melakukan sarasehan ketua RT/RW se-Kelurahan Banyurip di Aula kantor kelurahan setempat, Walikota Pekalongan, HM Selany Machfudz, S. E. meninjau  pembangunan sarana Sanitasi Berbasis Masyarakat (sanimas) di belakang Kelurahan Banyurip, akhir Oktober kemarin.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan, dalam kegiatan pengecekan ini Walikota Saelany didampangi oleh Plt Asisten Pemerintahan Setda Kota Pekalongan, Ir Budiyanto, M. Pi., M. Hum. dan Plt Kecamatan Pekalongan Selatan, Subiyakto, Lurah Banyurip, Sudaryo S. H..

Pembangunan Sanimas 2019 tersebut berupa pekerjaan IPAL Kombinasi MCK yang nilai kontraknya mencapai Rp 430 juta. Saelany berharap pembangunan tersebut bisa memberi kelancaran perencanaan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya sanimas ini semacam IPAL harapannya nanti ketika telah selesai pembangunannya, ini bisa menjadi solusi warga yang terbantu untuk kebutuhan air bersih dan sarana MCK. Kami harap mereka tidak hanya menggunakan tetapi turut memelihara fasilitas umum yang telah dibangun ini,” ucap Saelany.

Pada hari yang sama, Walikota Saelany juga memberikan bantuan santunan kematian kepada 14 masyarakat Keluruhan Banyurip yang tergolong kurang mampu. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 1 Juta, selain itu beliau juga memberikan bantuan gerobak sampah untuk seluruh RT/RW di Kelurahan Banyurip.

Lurah Banyurip, Sudaryo, S. H. mengapresiasi peninjauan yang dilakukan Walikota Saelany beserta jajaran ke Kelurahan Banyurip. “Sesuai himbauan pak walikota, beliau ingin meninjau semua kelurahan tentang kegiatan pembangunan kelurahan, salah satunya di kelurahan kami Banyurip dan bertemu ketua RT/RW membahas apa yang menjadi kendala, serta memastikan program kegiatan kelurahan dengan dana kelurahan sudah dilaksanakan atau belum,” ujarnya.

Sudaryo juga memaparkan penggunaan dana kelurahan di Banyurip. Menurutnya 70% dana desa untuk pengerjaan fisik seperti pavingisasi, saluran drainase, dan pembangunan infrastruktur lainnya, sisanya untuk non fisik seperti pelatihan soft skill tata boga, menjahit, dan sebagainya.

“Untuk ketua RT/RW juga kebetulan setiap 2 bulan sekali mendapatkan bantuan transport senilai 300 ribu per orang, disini total ada 56 RT dan 10 RW. Sementara itu, untuk pembangunan Sanimas sudah mencapai 80 persen, kami harapkan target di bulan November sudah selesai,” imbuhnya.

Kurangi Pencemaran Tanah dan Air

IPAL adalah kependekan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah, fungsinya untuk mengolah limbah cair seperti pembuangan dari WC ataupun air bekas cucian dan apapun yang dari dari kamar mandi. IPAL juga bisa digunakan untuk pengolahan limbah batik, bentuknya hampir serupa dengan septik tank.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menuturkan sanitasi bergantung pada pola perilaku hidup sehat dari masyarakat itu sendiri. “Persepsi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan masih belum menjadi kebutuhan. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) juga masih terjadi di beberapa tempat,” kata beliau.

Seperti kita ketahui, kotoran manusia mengandung E. Colli yang bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit typhus, kolera, dan diare jika limbah dari WC tersebut meresap sampai ke sumur.  Jika limbah tersebut dibuang ke sungai, jelas air sungai akan tercemar. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, air sungai juga dipenuhi dengan baktaeri dan menjadi sarang nyamuk dan lalat. Sementara sabun yang kita gunakan untuk mencuci dan mandi mengandung bahan kimia yang bisa mengganggu ekosistem sungai.

Adanya IPAL bisa meningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat, mengurangi pecemaran sungai dan tanah karena limbah diolah dengan baik. Olahan limbah juga nantinya bisa digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Penggunaan IPAL sebagai solusi dalam menangani limbah diakui oleh BLH Prov. Sulawesi Utara, Sonny Runtuwene. “Ini adalah salah satu solusi kita untuk melakukan meminimalisir dampak daripada air limbah, karena sebetulnya IPAL itu bisa menampung buangan-buangan atau pun air limbah dari semua kegiatan, baik rumah sakit, rumah tangga, restoran, perhotelan itu bisa ditampung dalam suatu pengolahan IPAL tetapi kita tentu harus melihat bahwa bagaiman IPAL itu ditempatkan,” tuturnya.

Add Comment