Gelaran Walikota Pekalongan Goes to School Nyasar Ke SMA Santo Bernadus Kota Pekalongan

Walikota Pekalongan foto bersama dengan guru dan siswa SMA Bernadus. Foto: Pemkot Pekalongan.

Dukuh – Kali ini giliran SMA Santo Bernadus Kota Pekalongan yang menjadi sasaran program Gelaran Walikota Pekalongan Goes to School, Senin (4/11/2019). Program ini diprakarsai oleh Pemkot Pekalongan sebagai upaya memerangi narkoba. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan apel hari Senin dan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas Stop Narkoba bersama oleh para peserta apel.

Apel diikuti oleh Walikota Pekalongan, para asisten, kepala OPD, Forkopimda, undangan, guru, dan siswa SMA Santo Bernadus Kota Pekalongan.

“Banyak tantangan hidup saat ini, narkoba dapat menyasar di berbagai kalangan, generasi muda yakni pelajar harus mulai membentengi diri, stop narkoba dan jauhi narkoba,” tegas Saelany menasihati para siswa saat apel.

Saelany menutup sambutannya dengan dua pantun, “Minat besar coba cari sahabat, Berlibur cukup ke Surabaya’, ‘Nikmatnya narkoba hanya sesaat, Sungguh hidupmu jadi sengsara.” “Makan nasi campur mentimun, Dimakan didekat jendela, Narkoba itu racun, Janganlah mencobanya.”

Pengedar Sasar Pelajar

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan sekitar 24% pecandu narkoba di Indonesia adalah para pelajar. Begitu pula studi yang dilakukan oleh Bagong Suyanto, Guru Besar dan Dosen Sekolah Pasca Kajian Ilmu Kepolisian (S-2) Universitas Airlangga dengan mewawancarai 200 siswa SMA yang tinggal di Kota Surabaya dan Malang.

Temuannya mengungkapkan sebagian besar pelajar (52,5 persen) mengaku pertama kali mencoba narkoba pada saat mereka berusia 16 tahun, dan bahkan sebanyak 6 persen responden mengaku mengkonsumsi narkoba pada saat usia mereka masih 15 tahun. Menurut studi ini, hal tersebut terjadi karena pelajar salah memilih teman. Biasanya karena lugu dan tidak enak menolak ajakan teman akhirnya terjebak pada pengaruh buruk temannya.

Sedangkan mereka yang menolak akan terus diancam yang lambat laun juga akhirnya menjadi pecandu. Ancaman diberikan karena mereka sudah terlanjur mengetahui temannya yang menjadi pecandu sehingga mau tidak mau diberikan ancaman agar tidak membocorkan rahasia temannya yang menyimpang.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedy Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ini narkoba masuk Indonesia melalui jalur laut dengan jumlah ton-tonan. “Narkoba masuk dengan motif bisnis dan bermotif melemahkan generasi muda. Untuk itu sosialisasi, upaya pencegahan terus dilakukan.

Add Comment