Segera Direvitalisasi, Pasar Wiradesa Bakal Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi beserta rombongan mengunjungi Pasar Wiradesa. (Foto: Pemkab Pekalongan)

Wiradesa – Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto melakukan kunjungan kerja ke Pasar Wiradesa pada Jum’at pagi (11/10/2019). Kunjungan ini atas usulan Bupati Pekalongan agar adanya revitalisasi pada pasar tersebut. Usulan yang diajukan kepada Presiden dan Menteri Perdangan pada tahun 2019 ini karena Pasar Wiradesa belum pernah ada perbaikan sedikitpun sejak dulu.

“Kami dengan tim ingin melihat situasi dan kondisinya seperti apa. Ternyata setelah kita lihat, penataannya dari dulu belum pernah diadakan perbaikan,” tutur Dirjen.

Revitalisasi dirasa perlu dilakukan mengingat Pasar Wiradesa pernah terbakar sehingga ditakutkan para pedagang tidak lagi memiliki tempat jualan seperti sediakala. Meskipun pembangunan pasca kebakaran sudah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat menggunakan dana APBN.

Terlebih revitalisasi pasar sendiri masuk dalam program Pembangunan Pasar Rakyat dengan rincian jumlah pasar sebanyak 5.000 buah. Program ini dikerjaan pada masa kepemimpinan Jokowi periode pertama dan sudah melampaui target.

Tak main-main, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi minta dana revitalisasi sebesar Rp. 140 Miliar. Dana ini dianggap sesuai melihat luas pasar yang mencapai 1,8 hektar dan mampu menampung 2000 pedagang, serta berada persis di pinggir jalur pantura sehingga perlu penataan yang semaksimal mungkin. Dikutip dari lama resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Nantinya, para pedagang yang menyewa kios seukuran 4 x 6 meter akan dikenakan retribusi paling mahal Rp. 10 ribu. Menurut Asip, ini merupakan bentuk komitmen pemkab dalam membangun pasar karena semuanya menggunakan dana pemerintah, bukan dari investasi.

“Ini sangat membantu pedagang kalau pembangunan pasar itu menggunakan skema pembiayaan baik dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten. Ini terus menerus kita kembangkan termasuk di Pasar Kedungwuni dan pasar-pasar lain,” tambah Asip.

Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Hasil survei oleh AC. Nielsen jumlah pasar tradisional yang ada di Indonesia sebesar 73% dari keseluruhan pasar yang ada. Namun, laju pertumbuhannya justru masih di bawah pasar modern. Maka dari itu perlu adanya upaya untuk membangkitkan kembali melalui program revitalisasi. Begitupun yang dituturkan Agus Tony Poputra, seorang pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi bahwa fungsi pasar tradisional mulai menurun, oleh karenanya diperlukan revitalisasi agar pasar tradisional kembali eksis.

“Dengan pasar yang lebih nyaman, tidak becek seperti sebelumnya, pembeli jadi lebih tertarik untuk datang,” katanya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Hari Firdaus menggambarkan soal pasar tradisional yang telah direvitalisasi mampu mengubah perilaku konsumen. Revitalisasi sendiri membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses kebutuhan pokoknya.

Pasar yang ramai, bersih dan tertib akan menciptakan suasana yang enak bagi pengunjung. Para pengelola Usaha Mikro, Kecil, dan Mengenah (UMKM) akan berdaya dalam memasarkan produknya.

“Keterlibatan pemerintah di sini penting, terutama bisa memicu perekonomian di wilayah yang dimotori UMKM,” ujar Heri.

Diketahui bahwa UMKM merupakan usaha yang dimiliki perseorangan maupun komunitas secara mikro. Berhasilnya UMKM memasarkan produknya maka semakin meningkat ekonomi rakyat.

Add Comment